Pada tanggal 17 Juli 2026, rangkaian acara Annual Scientific Meeting of the Indonesian Heart Association (ASMIHA) 2026 menjadi momentum yang sangat penting bagi perkembangan tata laksana kardiologi di Indonesia. Dalam perhelatan ilmiah bergengsi tersebut, Kelompok Kerja Penyakit Katup & Penyakit Jantung Rematik (Inavalve-RHD) secara resmi meluncurkan “Panduan Diagnosis dan Tatalaksana Demam Rematik Akut dan Penyakit Jantung Rematik” dan “Buku Saku Panduan Skrining Penyakit Jantung Rematik”. Acara peluncuran ini dihadiri langsung oleh Ketua Pokja Katup dan Penyakit Jantung Rematik, Prof. Dr. dr. Amiliana M. Soesanto, SpJP(K), serta Ketua PP PERKI Periode 2025-2028, Dr. dr. Ade Meidian Ambari, SpJP(K).
Penerbitan panduan ini didorong oleh kebutuhan yang mendesak akan adanya protokol klinis yang terstandarisasi dan berbasis bukti untuk penanganan penyakit katup jantung di Indonesia. Panduan ini disusun secara khusus untuk menjadi acuan utama bagi seluruh tenaga kesehatan dalam rangka meningkatkan pengetahuan serta kompetensi mereka terkait ketepatan diagnosis dan manajemen tatalaksana pasien. Ketersediaan literatur yang komprehensif ini bertujuan untuk menjawab tantangan di lapangan, di mana pengelolaan kasus kardiologi yang kompleks membutuhkan parameter pengambilan keputusan medis yang cepat dan akurat.
Dari segi implementasi, panduan ini dirancang agar dapat diaplikasikan secara luas di berbagai tingkat fasilitas pelayanan kesehatan. Ketersediaan protokol klinis yang jelas ini sangat krusial bagi para dokter yang berhadapan langsung dengan pasien, termasuk mereka yang bertugas di daerah perbatasan atau fasilitas kesehatan dengan sumber daya dan akses ke spesialis jantung yang terbatas. Dengan berpegang pada panduan ini, tenaga kesehatan dapat melakukan manajemen penanganan kegawatdaruratan maupun perawatan lanjutan secara lebih mandiri dan terukur.
Melalui peluncuran panduan esensial ini, Pokja Katup dan PJR serta PERKI menaruh harapan besar terhadap perbaikan luaran klinis pasien. Penerapan panduan ini secara disiplin oleh tenaga medis diharapkan dapat berkontribusi secara nyata dalam menurunkan angka morbiditas yang diakibatkan oleh Demam Rematik Akut (DRA) dan Penyakit Jantung Rematik (PJR). Lebih jauh lagi, inisiatif ini merupakan langkah nyata untuk terus mendorong dan meningkatkan kualitas pelayanan kardiovaskular secara merata di seluruh penjuru Indonesia.